Twitter

Archive for Januari 2016


Sejarah Singkat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.
Soekarno, Hatta dan Radjiman Wedyodiningrat diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.
pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.
Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Maeda, di Jalan Imam Bonjol no. 1.Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Keesokan harinya Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.
Pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945, Para pemuda pejuang termasuk Chaerul saleh, Sukarni, Wikana, Shodanco Singgih dan pemuda lainnya membawa soekarno, beserta fatmawati dan Guntur yang baru berusia 9 bulan dan hatta ke rengasdengklok yang kemudian dikenal dengan peristiwa rengasdengklok.
Tujuannya adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.
Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu Mr. Ahmad Soebardjo melakukan perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk mengantar Ahmad Soebardjo ke Rengasdengklok. Mereka menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Dan Mr. Ahmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu – buru memproklamasikan kemerdekaan.
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta, Lalu bertemu dengan Mayor Jenderal Otoshi Nishimura, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer Jepang. Nishimura mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal 16 Agustus 1945 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga status quo, tidak dapat memberi ijin untuk mempersiapkan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah Laksamana Maeda diiringi oleh Myoshi guna melakukan rapat untuk menyiapkan teks Proklamasi.
Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh Soekarni, B.M. Diah, Sudiro dan Sayuti Melik. Konsep teks proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Dan Sukarni mengusulkan agar yang menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.
Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik naskah tersebut menggunakan mesin ketik milik Mayor Dr. Hermann Kandeler (dari kantor perwakilan AL Jerman). Dan  pembacaan proklamasi dilakukan dikediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).
Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur 56 telah hadir antara lain Soewirjo, Wilopo, Gafar Pringgodigdo, Tabrani dan Trimurti. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh bu Fatmawati, dikibarkan oleh seorang prajurit PETA yaitu Latief Hendraningrat dibantu oleh Soehoed dan seorang pemudi membawa nampan berisi bendera Merah Putih . Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya.[4]. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional.
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya dikenal sebagai UUD 45. Dengan demikian terbentuklah Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional



LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR


PENENTUAN KONDUKTIVITAS LARUTAN

DISUSUN OLEH :

NAMA                  : 1. Nur Alfizah                       ( 15 614 030 )
  2. Mega Ayu.Y                               ( 15 614 036 )
            3. Rahman                                       ( 15 614 040 )
            4. Aulia Hudaya Adi. P                   ( 15 614 048 )
JENJANG             : D3 – Petro & Oleo Kimia
KELAS                 : I B
KELOMPOK        : 1 (Satu)
DOSEN                       : Zainal Arifin, S.T., M. Eng



LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
2016





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR PENGESAHAN              
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1  Tujuan Percobaan ....................................................................................  1
1.2  Dasar Teori …………………………………………………………….. 1
BAB II. METODOLOGI
2.1  Alat Dan Bahan ......................................................................................  6
2.2  Prosedur Kerja ........................................................................................  6
2.3  Diagram Alir (Block) ………………………………………………….. 8
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1  Data Pengamatan ....................................................................................  9  
3.2  Pembahasan ……………………………………………………………. 10

BAB IV. PENUTUP
4.1  Kesimpulan .............................................................................................  12
4.2  Saran ……………………………………………………………........... 12

DAFTAR PUSTAKA 
LAMPIRAN
·         LAMPIRAN 1 : PERHITUNGAN
·         LAMPIRAN 2 : GAMBAR ALAT
 



BAB I
PENDAHULUAN

1.1     TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit
2. Untuk menentukan konduktivitas suatu larutan dengan cara sederhana

1.2     DASAR TEORI
Larutan adalah campuran zat yang homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas zat yang terlarut dan pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya (daya ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan non-elektrolit. (http://www.chem-is-try.org).
1.2.1   Larutan Elektrolit
Larutan elektrolit adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam pelarut (misalnya air) akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Elektrolit sering kali diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik, yaitu :
A.    Elektrolit Kuat
Larutan elektrolit kuat adalah larutan yang yang mempunyai daya hantar listrik yang kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya akan berubah menjadi ion-ion atau dengan kata lain terionisasi sempurna. (alpha=1) Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
·      Asam-asam kuat, seperti : HCL, HCLO3, H2SO4, HNO3 dan lain-lain.
·      Basa-basa kuat yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti : NAOH, KOH, CA(OH)2, BA(OH)2 dan lain-lain.
·      Garam-garam yang mudah larut, seperti : NACL, KI, AL2(SO4)3 dan lain-lain




B.     Elektrolit Lemah
Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah karena terionisasi sebagian serta harga derajat ionisasinya sebesar 0 < alpha < 1. Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
·      Asam-asam lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S dan lain-lain.
·      Basa-basa lemah, seperti :NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.
·      Garam-garam yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan lain-lain

1.2.2   Larutan Non-Elektrolit
Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, karena zat terlarutnya didalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion atau dengan kata lain tidak terionisasi.
Yang tergolong dalam larutan non elektrolit, antara lain :
·      (NH2)2CO        (Urea)
·       CH3COH        (Metanol)
·       C2H5OH          (Etanol)
·       C6H12O6          (Glukosa)
·       C12H22011            (Sukrosa)

Selain larutan elektrolit dan non-elektrolit terdapat pula pengertian lain tetntang suatu senyawa yang dapat menghantarkan arus listrik dan tidak dapat menghantarkan arus listrik, yaitu :
1.2.3   Senyawa Ionik
Senyawa ionik adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik. Ion-ion penyusun senyawa ionik terdiri atas ion poisitif yang disebut kation dan ion negatif yang disebut anion. Jika senyawa ionik dilarutkan dalm air, ion-ion tersebut akan terurai dan bergerak bebas, sehingga larutan ini digolongkan ke dalam larutan elektrolit kuat.
Senyawa ionik yang berwujud padat, ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas seperti dalam bentuk larutan. Akibatnya, senyawa ionik dalam bentuk padatan tidak dapat menghantarkan arus listrik.
Contoh :
·      Elektrolit           : lelehan NaCl, KCl dan CaO
·      Non-Elektrolit   : padatan NaCl, KCl dan CaO

1.2.4   Senyawa Kovalen
Senyawa kovalen adalah senyawa yang terdiri atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Padatan dan lelehan senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen tidak mengandung ion-ion. Namun dalam bentuk larutannya ada senyawa kovalen yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan senyawa-senyawa kovalen yang bersifat polar.
Contoh :
·       Larutan elektrolit kuat      : HCL, HNO3 dan H2SO4
·       Larutan elektrolit lemah   : CH3COOH dan NH4OH

1.2.5   Konduktivitas
Konduktifitas adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik. Arus listrik terjadi karena terdapat aliran elektron dari ion-ion yang terdapat dalam larutan elektrolit. Daya hantar suatu larutan, tergantung pada :
·      Jumlah ion yang ada dan kecepatan dari ion pada beda potensial anatar kedua elektroda.
·      Konsentrasi larutan.
·      Kecepatan dari ion-ion pada beda potensial antara kedua elektroda.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan ion adalah :
Ø Berat dan muatan ion
Ø Adanya hidrasi
Ø Orientasi atmosfer pelarut
Ø Gaya tarik antara ion
Ø Temperature
Ø Viskositas

1.2.6   Pengukuran Konduktivitas
Aliran listrik dalam suatu elektrolit akan memenuhi hokum ohm yang menyatakan bahwa “besarnya arus listrik ( I ampere) yang mengalir melalui suatu larutan sama dengan perbedaan potensial ( V volt) dibagi dengan tahanan (R ohm), secara sistematis :
…………Pers. 1
dimana,
…………Pers. 2
Tahanan satu larutan bergantung pada dimensi larutan lainnya, dengan rumus :
…………Pers. 3
Konduktansi spesifik atau konduktivitas disimbolkan dengan K :
dengan demikian rumus konduktivitas dapat ditulis :
disubtitusi ke persamaan 3 sehingga menjadi,
jadi,
dengan :
K  = Konduktivitas                          ( ohm-1 m-1 )
I   = Kuat arus                                 ( ampere )
  = Panjang                                    ( m )
A  = Luas penampang melintang     ( m2 )
V  = Tegangan                                 ( volt )
Larutan elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion). Berdasarkan percobaan yang dilakukan Michael Faraday diketahui bahwa jika arus listrik yang dialirkan kedalam larautan elektrolit akan terjadi proses elektrolisi yang menghasilkan gas (anomim 2010)
Gelembung gas ini terbentuk ditentukan dengan mengukur I dan A, tetapi ditentukan dengan mengukur R suatu larutan yang telah diketahui Lsnya. Biasanya dipakai larutan KCL dari 1, 0,1 atau 0,01 dermal.

1.2.7   Sel Konduktan
Sel konduktan adalah alat untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. Sel konduktansi terdiri atas wadah kecil, tempat larutan yang akan diukur konduktivitasnya ditempatkan ke dalam larutan yang akan diukur konduktivitasnya, di tempatkan dua elektroda platina berbentuk bujur sangkar yang diletakkan berhadapan dengan jarak tertentu. Sel konduktan terdiri atas :
1.        Multimeter
2.        Power Supply / Baterai
3.        Elektroda Platina
4.        Larutan
5.        Penjepit Buaya
6.        Kabel
7.        Gelas Beaker












BAB II
METODOLOGI

2.1         ALAT DAN BAHAN
2.1.1  Alat
1.        Kaca Arloji
2.        Spatula
3.        Neraca Digital
4.        Gelas Beaker             100 mL
5.        Batang Pengaduk
6.        Botol Semprot
7.        Labu Ukur                 100 mL
8.        Corong Kaca
9.        Pipet Volume            10 mL dan 25 mL
10.    Pipet Ukur                 10 mL
11.    Bulp
12.    Pipet Tetes
13.    Sel Konduktan

2.1.2   Bahan
1.        Padatan NaCl
2.        Etanol Murni
3.        Aquadest
4.        Minyak Tanah

2.2         PROSEDUR KERJA
2.2.1        Mengencerkan larutan NaCl 2M menjadi 1M
A. NaCl 1 M
1.    Memipet larutan NaCl 2M sebanyak 50 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
2.    Menambahkan aquadest sampai tanda batas.

2.2.2        Mengencerkan larutan NaCl 1M dan 0,1M

A. NaCl 0,1 M
1.    Memipet larutan NaCl 1M sebanyak 10 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur ukur 100 mL.
2.    Menambahkan aquadest sampat tanda batas.

2.2.3   Mengencerkan larutan NaCl 0,1M menjadi 0,01M
A. NaCl 0,01 M
1.    Memipet larutan NaCl 0,1M sebanyak 10 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
2.    Menambahkan aquadest sampai tanda batas.
2.2.4   Mengencerkan larutan NaCl 0,1M menjadi 0,001M
A. NaCl 0,001 M
1.  Memipet larutan NaCl 0,1M sebanyak 10 mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur ukur 100 mL.
2.  Menambahkan aquadest sampat tanda batas.

2.2.5   Menguji konduktivvitas dari masing-masing konsentrasi NaCl
1.        Memindahkan masing-masing larutan NaCl 2M , 1M , 0,1M , 0,01 M , dan 0,001M ke dalam gelas beaker 100 mL yang berbeda-beda.
2.        Menguji masing-masing konduktivitas larutan NaCl menggunakan sel konduktan.
3.        Mencatat hasil pengukuran yang terdapat pada sel konduktannya.


2.2.6   Menguji konduktivitas dari minyak tanah dan Etanol(99,99%)
1.             Memindahkan masing-masing etanol 99,99% dan minyak tanah ke dalam gelas beaker 100 mL yang berbeda-beda.
2.             Menguji masing-masing konduktivitas larutan Etanol menggunakan sel konduktan.
3.             Mencatat hasil pengukuran yang terdapat pada sel konduktannya.




2.3     DIAGRAM ALIR (BLOCK)
Membuat Larutan NaCl 2M
Larutan NaCl 1M
Larutan NaCl 0,001M
Diencerkan
Larutan NaCl 0,01M
Larutan NaCl 0,1M







                                   
Menguji Konduktivitas larutan menggunakan sel konduktan
 










2.4     SAFETY ALAT DAN BAHAN
Safety yang digunakan dan percobaan ini antara lain :
1.        Jas lab.
2.        Sepatu tertutup
3.        Sarung Tangan








BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1         TABEL HASIL PERHITUNGAN DAN GRAFIKNYA

3.1.1         NaCl ( Natrium Klorida )
Hubungan antara Konsentrasi dengan Konduktivitas
No
Konsentrasi NaCl (M)
Konduktivitas (mS/cm)
1
2
46,8
2
1
27,61
3
0,1
3,61
4
0,01
0,372
5
0,001
0,0465







3.2          PEMBAHASAN
Praktikum ini bertujuan untuk membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit serta menentukan konduktivitas suatu larutan dengan cara yang sederhana.
Sampel yang digunkan adalah NaCl dngan berbagai konsentrasi(2M, 1M, 0,1M, 0,01M, 0,001M), minyak tanah, dan etanol. Pada percobaan ini larutan NaCl dibuat dengan 5 konsentrasi. Kemudian pengukuran dilakukan secara berturut-turut dari Larutan NaCl konsentrasi tinggi ke larutan NaCl konsentrasi rendah.
Pada pengukuran NaCL didapat konduktivitas yang cukup besar, hal ini dikarenakan NaCl merupakan senyawa ionic yang apabila dilarutkan kedalam air akan terionisasi secara sempurna menjadi ion Na+  dan Cl- yang dapat menghantarkan listrik. Karena NaCl dapat terionisasi secara sempurna, maka larutan NaCl merupakan larutan elektrolit kuat. Larutan yang termasuk elektrolit kuat mempunyai daya hantar listrik yang baik walaupun dalam konsentrasi yang kecil.
Selanjutnya, minyak tanah dan etanol merupakan larutan non elektrolit. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik, hal ini dikarenakan zat-zat non elektrolit yang dilarutkan kedalam air tidak terurai menjadi ion(tidak terionisasi), sehingga dalam larutan zat non elektrolit tersebut tetap berupa molekul yang tidak bermuatan listrik .
Hasil yang didapatkan pada praktikum ini adalah semakin tinggi konsentrasi NaCl maka nilai konduktifitasnya juga akan semakin tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil percobaan yang telah dilakukan yaitu Konsentrasi NaCl 2M, 1M, 0,1M, 0,01M, dan 0,001 M berturut-turut adalah sebesar 46,8 mS/cm, 27,5 mS/cm, 3,61 mS/cm, 0,372 mS/cm, dan 0,0465 mS/cm.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengaruh konsentrasi pada pengukuran daya hantar listrik(konduktifitas) ini adalah semakin besar konsentrasi larutan, maka daya hantar listriknya semakin besar pula. Hal ini dikarenakan semakin pekat konsentrasi larutan, maka semakin banyak NaCl yang terlarut dalam air sehingga menyebabkan semakin banyak NaCl yang terionisasi dan menghasilkan muatan-muatan negatif dan positif. Apabila semakin banyak muatan-muatan dalam larutan maka semakin banyak arus listrik yang dihantarkan hal ini tentunya akan menyebabkan nilai daya hantar listrik suatu larutan akan semakin besar begitu pula sebaliknya.



























BAB IV
PENUTUP

4.1     KESIMPULAN
Dari praktikum yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.        Larutan NaCl konsentrasi 2M memilki nilai konduktivitas sebesar 46, mS/cm.
2.        Larutan NaCl konsentrasi 1M memilki nilai konduktivitas sebesar 27,5 mS/cm.
3.        Larutan NaCl konsentrasi 0,1M memilki nilai konduktivitas sebesar 3,61 mS/cm.
4.        Larutan NaCl konsentrasi 0,01M memilki nilai konduktivitas sebesar 0,372 mS/cm.
5.        Larutan NaCl konsentrasi 0,001M memilki nilai konduktivitas sebesar 0,0465 mS/cm.
6.        Minyak Tanah dan Etanol merupakan larutan non-elektrolit.

4.2     SARAN
1.        Untuk praktikum selanjutnya sebaiknya tiap kelompok menguji konduktivitas larutan yang berbeda-beda.
2.        Untuk praktikum selanjutnya sebaiknya percobaan dilakukan menggunakan sel konduktan yang dibuat secara sederhana oleh praktikan.











DAFTAR PUSTAKA

Anonim, http://www.chem-is-try.org, (diakses tanggal 23-12-2015)
Sukardjo, 1997, Kimia Fisika, Jakarta: PT. RINEKA CIPTA
Tim Laboratorium Kimia Dasar, 2014, “Penuntun Praktikum Dasar Proses Kimia”, Samarinda : Politeknik Negeri Samarinda
























LAMPIRAN 1
PERHITUNGAN

A.           NaCl (Natrium Klorida)
A.1    Mengencerkan NaCl 2 M menjadi NaCl 1 M
         
         
         
           
A.2    Mengencerkan NaCl 1 M menjadi NaCl 0,1 M
         
         
         
           
A.3    Mengencerkan NaCl 0,1 M menjadi NaCl 0,01 M
           
         
         
           
A.4    Mengencerkan NaCl 0,1 M menjadi NaCl 0,001 M
           
         
         
           







LAMPIRAN 2
GAMBAR ALAT
PIPET UKUR
KACA ARLOJI
NERACA DIGITAL
BATANG PENGADUK
CORONG KACA
LABU UKUR
BULP
PIPET VOLUME
BOTOL SEMPROT
PIPET TETES
SPATULA
GELAS BEAKER