LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA DASAR
KIMIA DASAR
PENENTUAN KONDUKTIVITAS
LARUTAN
DISUSUN OLEH :
NAMA : 1. Nur Alfizah ( 15 614 030 )
2.
Mega Ayu.Y ( 15 614 036 )
3.
Rahman ( 15 614 040 )
4. Aulia Hudaya Adi. P ( 15 614 048 )
JENJANG :
D3 – Petro & Oleo Kimia
KELAS :
I B
KELOMPOK : 1
(Satu)
DOSEN : Zainal Arifin, S.T., M. Eng
LABORATORIUM KIMIA DASAR
JURUSAN TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA
2016
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
LEMBAR
PENGESAHAN
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Tujuan
Percobaan .................................................................................... 1
1.2 Dasar
Teori …………………………………………………………….. 1
BAB II. METODOLOGI
2.1 Alat Dan
Bahan ...................................................................................... 6
2.2 Prosedur
Kerja ........................................................................................ 6
2.3 Diagram
Alir (Block) ………………………………………………….. 8
BAB III. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Data
Pengamatan .................................................................................... 9
3.2 Pembahasan
……………………………………………………………. 10
BAB IV. PENUTUP
4.1 Kesimpulan ............................................................................................. 12
4.2 Saran
……………………………………………………………........... 12
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
·
LAMPIRAN 1 : PERHITUNGAN
·
LAMPIRAN 2 : GAMBAR ALAT
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 TUJUAN PERCOBAAN
1. Untuk
membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit
2. Untuk
menentukan konduktivitas suatu larutan dengan cara sederhana
1.2 DASAR TEORI
Larutan adalah campuran
zat yang homogen dua zat atau lebih yang saling melarutkan dan masing-masing
zat penyusunnya tidak dapat dibedakan lagi secara fisik. Larutan terdiri atas
zat yang terlarut dan pelarut. Berdasarkan daya hantar listriknya (daya
ionisasinya), larutan dibedakan dalam dua macam, yaitu larutan elektrolit dan
non-elektrolit. (http://www.chem-is-try.org).
1.2.1 Larutan Elektrolit
Larutan
elektrolit adalah suatu senyawa yang bila dilarutkan dalam pelarut (misalnya
air) akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik.
Elektrolit sering kali diklasifikasikan berdasarkan kemampuannya dalam
menghantarkan arus listrik, yaitu :
A.
Elektrolit Kuat
Larutan
elektrolit kuat adalah larutan yang yang mempunyai daya hantar listrik yang
kuat, karena zat terlarutnya didalam pelarut (umumnya air), seluruhnya akan
berubah menjadi ion-ion atau dengan kata lain terionisasi sempurna. (alpha=1)
Yang tergolong elektrolit kuat adalah :
· Asam-asam
kuat, seperti : HCL, HCLO3, H2SO4, HNO3
dan lain-lain.
· Basa-basa
kuat yaitu basa-basa golongan alkali dan alkali tanah, seperti : NAOH, KOH,
CA(OH)2, BA(OH)2 dan lain-lain.
· Garam-garam
yang mudah larut, seperti : NACL, KI, AL2(SO4)3
dan lain-lain
B.
Elektrolit Lemah
Larutan
elektrolit lemah adalah larutan yang daya hantar listriknya lemah karena
terionisasi sebagian serta harga derajat ionisasinya sebesar 0 < alpha <
1. Yang tergolong elektrolit lemah adalah:
· Asam-asam
lemah, seperti : CH3COOH, HCN, H2CO3, H2S
dan lain-lain.
· Basa-basa
lemah, seperti :NH4OH, Ni(OH)2 dan lain-lain.
· Garam-garam
yang sukar larut, seperti : AgCl, CaCrO4, PbI2 dan
lain-lain
1.2.2 Larutan Non-Elektrolit
Larutan
non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik,
karena zat terlarutnya didalam pelarut tidak dapat menghasilkan ion-ion atau
dengan kata lain tidak terionisasi.
Yang tergolong dalam larutan non
elektrolit, antara lain :
·
(NH2)2CO (Urea)
·
CH3COH (Metanol)
·
C2H5OH (Etanol)
·
C6H12O6 (Glukosa)
·
C12H22011 (Sukrosa)
Selain larutan
elektrolit dan non-elektrolit terdapat pula pengertian lain tetntang suatu
senyawa yang dapat menghantarkan arus listrik dan tidak dapat menghantarkan
arus listrik, yaitu :
1.2.3 Senyawa Ionik
Senyawa
ionik adalah senyawa yang terbentuk dari ion-ion melalui ikatan ionik. Ion-ion
penyusun senyawa ionik terdiri atas ion poisitif yang disebut kation dan ion
negatif yang disebut anion. Jika senyawa ionik dilarutkan dalm air, ion-ion
tersebut akan terurai dan bergerak bebas, sehingga larutan ini digolongkan ke
dalam larutan elektrolit kuat.
Senyawa
ionik yang berwujud padat, ion-ionnya tidak dapat bergerak bebas seperti dalam
bentuk larutan. Akibatnya, senyawa ionik dalam bentuk padatan tidak dapat
menghantarkan arus listrik.
Contoh
:
·
Elektrolit : lelehan NaCl, KCl dan CaO
·
Non-Elektrolit : padatan NaCl, KCl dan CaO
1.2.4 Senyawa Kovalen
Senyawa
kovalen adalah senyawa yang terdiri
atas atom-atom (bukan ion) yang berikatan secara kovalen. Padatan dan lelehan
senyawa kovalen tidak dapat menghantarkan arus listrik karena molekul kovalen
tidak mengandung ion-ion. Namun dalam bentuk larutannya ada senyawa kovalen
yang dapat menghantarkan arus listrik, yaitu larutan senyawa-senyawa kovalen
yang bersifat polar.
Contoh
:
·
Larutan elektrolit kuat : HCL, HNO3 dan H2SO4
·
Larutan elektrolit lemah : CH3COOH dan NH4OH
1.2.5 Konduktivitas
Konduktifitas
adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik. Arus listrik
terjadi karena terdapat aliran elektron dari ion-ion yang terdapat dalam
larutan elektrolit. Daya hantar suatu larutan, tergantung pada :
· Jumlah
ion yang ada dan kecepatan dari ion pada beda potensial anatar kedua elektroda.
· Konsentrasi
larutan.
· Kecepatan
dari ion-ion pada beda potensial antara kedua elektroda.
Faktor-faktor yang
mempengaruhi kecepatan ion adalah :
Ø Berat
dan muatan ion
Ø Adanya
hidrasi
Ø Orientasi
atmosfer pelarut
Ø Gaya
tarik antara ion
Ø Temperature
Ø Viskositas
1.2.6 Pengukuran
Konduktivitas
Aliran listrik dalam suatu elektrolit akan
memenuhi hokum ohm yang menyatakan bahwa “besarnya arus listrik ( I ampere)
yang mengalir melalui suatu larutan sama dengan perbedaan potensial ( V volt)
dibagi dengan tahanan (R ohm), secara sistematis :
|
…………Pers. 1
|
|
…………Pers. 2
|
|
…………Pers. 3
|
dengan demikian rumus konduktivitas
dapat ditulis :
disubtitusi
ke persamaan 3 sehingga menjadi,
jadi,
dengan
:
K = Konduktivitas ( ohm-1 m-1 )
I = Kuat arus (
ampere )
= Panjang (
m )
A = Luas penampang melintang ( m2 )
V = Tegangan (
volt )
Larutan
elektrolit mengandung partikel-partikel yang bermuatan (kation dan anion).
Berdasarkan percobaan yang dilakukan Michael Faraday diketahui bahwa jika arus
listrik yang dialirkan kedalam larautan elektrolit akan terjadi proses
elektrolisi yang menghasilkan gas (anomim 2010)
Gelembung
gas ini terbentuk ditentukan dengan mengukur I dan A, tetapi ditentukan dengan
mengukur R suatu larutan yang telah diketahui Lsnya. Biasanya dipakai larutan
KCL dari 1, 0,1 atau 0,01 dermal.
1.2.7 Sel Konduktan
Sel
konduktan adalah alat untuk mengukur konduktivitas suatu larutan. Sel
konduktansi terdiri atas wadah kecil, tempat larutan yang akan diukur
konduktivitasnya ditempatkan ke dalam larutan yang akan diukur
konduktivitasnya, di tempatkan dua elektroda platina berbentuk bujur sangkar
yang diletakkan berhadapan dengan jarak tertentu. Sel konduktan terdiri atas :
1.
Multimeter
2.
Power Supply / Baterai
3.
Elektroda Platina
4.
Larutan
5.
Penjepit Buaya
6.
Kabel
7.
Gelas Beaker
BAB
II
METODOLOGI
2.1
ALAT
DAN BAHAN
2.1.1 Alat
1.
Kaca Arloji
2.
Spatula
3.
Neraca Digital
4.
Gelas Beaker 100 mL
5.
Batang Pengaduk
6.
Botol Semprot
7.
Labu Ukur 100 mL
8.
Corong Kaca
9.
Pipet Volume 10 mL dan 25 mL
10.
Pipet Ukur 10 mL
11.
Bulp
12.
Pipet Tetes
13.
Sel Konduktan
2.1.2 Bahan
1.
Padatan NaCl
2.
Etanol Murni
3.
Aquadest
4.
Minyak Tanah
2.2
PROSEDUR
KERJA
2.2.1
Mengencerkan
larutan NaCl 2M menjadi 1M
A. NaCl 1 M
1. Memipet larutan NaCl 2M sebanyak 50 mL dan
dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
2. Menambahkan aquadest sampai tanda batas.
2.2.2
Mengencerkan
larutan NaCl 1M dan 0,1M
A. NaCl 0,1 M
1. Memipet larutan NaCl 1M sebanyak 10 mL dan
dimasukkan ke dalam labu ukur ukur 100 mL.
2. Menambahkan aquadest sampat tanda batas.
2.2.3 Mengencerkan larutan
NaCl 0,1M menjadi 0,01M
A.
NaCl 0,01 M
1.
Memipet larutan NaCl 0,1M sebanyak 10
mL dan dimasukkan ke dalam labu ukur 100 mL.
2. Menambahkan aquadest sampai tanda batas.
2.2.4 Mengencerkan larutan
NaCl 0,1M menjadi 0,001M
A.
NaCl 0,001 M
1. Memipet larutan NaCl 0,1M sebanyak 10 mL dan
dimasukkan ke dalam labu ukur ukur 100 mL.
2. Menambahkan aquadest sampat tanda batas.
2.2.5 Menguji konduktivvitas
dari masing-masing konsentrasi NaCl
1.
Memindahkan
masing-masing larutan NaCl 2M , 1M , 0,1M , 0,01 M , dan 0,001M ke dalam gelas
beaker 100 mL yang berbeda-beda.
2.
Menguji masing-masing konduktivitas
larutan NaCl menggunakan sel konduktan.
3.
Mencatat hasil
pengukuran yang terdapat pada sel konduktannya.
2.2.6 Menguji konduktivitas
dari minyak tanah dan Etanol(99,99%)
1.
Memindahkan masing-masing
etanol 99,99% dan minyak tanah
ke dalam gelas beaker 100 mL yang berbeda-beda.
2.
Menguji masing-masing
konduktivitas larutan Etanol menggunakan sel konduktan.
3.
Mencatat hasil
pengukuran yang terdapat pada sel konduktannya.
2.3 DIAGRAM ALIR (BLOCK)
|
Membuat
Larutan NaCl 2M
|
|
Larutan
NaCl 1M
|
|
Larutan
NaCl 0,001M
|
|
Diencerkan
|
|
Larutan
NaCl 0,01M
|
|
Larutan
NaCl 0,1M
|
|
|
|
Menguji
Konduktivitas larutan menggunakan sel konduktan
|
|
|
2.4 SAFETY ALAT DAN BAHAN
Safety
yang digunakan dan percobaan ini antara lain :
1.
Jas lab.
2.
Sepatu tertutup
3.
Sarung Tangan
BAB
III
HASIL
DAN PEMBAHASAN
3.1
TABEL
HASIL PERHITUNGAN DAN GRAFIKNYA
3.1.1 NaCl ( Natrium Klorida )
Hubungan
antara Konsentrasi dengan Konduktivitas
|
No
|
Konsentrasi NaCl (M)
|
Konduktivitas (mS/cm)
|
|
1
|
2
|
46,8
|
|
2
|
1
|
27,61
|
|
3
|
0,1
|
3,61
|
|
4
|
0,01
|
0,372
|
|
5
|
0,001
|
0,0465
|
3.2 PEMBAHASAN
Praktikum
ini bertujuan untuk membedakan larutan elektrolit dan non elektrolit serta
menentukan konduktivitas suatu larutan dengan cara yang sederhana.
Sampel yang digunkan adalah NaCl dngan berbagai
konsentrasi(2M, 1M, 0,1M, 0,01M, 0,001M), minyak tanah, dan etanol. Pada
percobaan ini larutan NaCl dibuat dengan 5 konsentrasi. Kemudian pengukuran
dilakukan secara berturut-turut dari Larutan NaCl konsentrasi tinggi ke larutan
NaCl konsentrasi rendah.
Pada pengukuran NaCL didapat konduktivitas yang cukup
besar, hal ini dikarenakan NaCl merupakan senyawa ionic yang apabila dilarutkan
kedalam air akan terionisasi secara sempurna menjadi ion Na+ dan Cl- yang dapat menghantarkan
listrik. Karena NaCl dapat terionisasi secara sempurna, maka larutan NaCl
merupakan larutan elektrolit kuat. Larutan yang termasuk elektrolit kuat
mempunyai daya hantar listrik yang baik walaupun dalam konsentrasi yang kecil.
Selanjutnya, minyak tanah dan etanol merupakan larutan
non elektrolit. Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat
menghantarkan arus listrik, hal ini dikarenakan zat-zat non elektrolit yang
dilarutkan kedalam air tidak terurai menjadi ion(tidak terionisasi), sehingga
dalam larutan zat non elektrolit tersebut tetap berupa molekul yang tidak
bermuatan listrik .
Hasil yang didapatkan pada praktikum ini adalah
semakin tinggi konsentrasi NaCl maka nilai konduktifitasnya juga akan semakin
tinggi. Hal tersebut dapat dibuktikan dari hasil percobaan yang telah dilakukan
yaitu Konsentrasi NaCl 2M, 1M, 0,1M, 0,01M, dan 0,001 M berturut-turut adalah
sebesar 46,8 mS/cm,
27,5 mS/cm, 3,61 mS/cm, 0,372 mS/cm, dan 0,0465 mS/cm.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengaruh
konsentrasi pada pengukuran daya hantar listrik(konduktifitas) ini adalah semakin besar
konsentrasi larutan, maka daya hantar listriknya semakin besar pula. Hal ini
dikarenakan semakin pekat konsentrasi larutan, maka semakin banyak NaCl yang
terlarut dalam air sehingga menyebabkan semakin banyak NaCl yang terionisasi
dan menghasilkan muatan-muatan negatif dan positif. Apabila semakin banyak
muatan-muatan dalam larutan maka semakin banyak arus listrik yang dihantarkan
hal ini tentunya akan menyebabkan nilai daya hantar listrik suatu larutan akan
semakin besar begitu pula sebaliknya.
BAB
IV
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Dari
praktikum yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa :
1.
Larutan NaCl konsentrasi 2M memilki nilai konduktivitas sebesar 46,
mS/cm.
2.
Larutan NaCl konsentrasi 1M memilki nilai konduktivitas sebesar 27,5 mS/cm.
3.
Larutan NaCl konsentrasi 0,1M memilki nilai konduktivitas sebesar 3,61 mS/cm.
4.
Larutan NaCl konsentrasi 0,01M memilki nilai konduktivitas sebesar 0,372 mS/cm.
5.
Larutan NaCl konsentrasi 0,001M memilki nilai konduktivitas sebesar
0,0465 mS/cm.
6.
Minyak Tanah dan
Etanol
merupakan larutan non-elektrolit.
4.2 SARAN
1.
Untuk praktikum
selanjutnya sebaiknya tiap kelompok menguji konduktivitas larutan yang
berbeda-beda.
2.
Untuk praktikum
selanjutnya sebaiknya percobaan dilakukan menggunakan sel konduktan yang dibuat
secara sederhana oleh praktikan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, http://www.chem-is-try.org, (diakses tanggal 23-12-2015)
Sukardjo, 1997, Kimia Fisika, Jakarta: PT. RINEKA CIPTA
Tim
Laboratorium Kimia Dasar, 2014, “Penuntun Praktikum Dasar Proses
Kimia”, Samarinda : Politeknik Negeri Samarinda
LAMPIRAN 1
PERHITUNGAN
A.
NaCl
(Natrium Klorida)
A.1 Mengencerkan NaCl 2 M menjadi NaCl 1 M
A.2 Mengencerkan NaCl 1 M menjadi NaCl 0,1 M
A.3 Mengencerkan NaCl 0,1 M menjadi NaCl 0,01 M
A.4 Mengencerkan NaCl 0,1 M menjadi NaCl 0,001 M
LAMPIRAN
2
GAMBAR
ALAT
|
PIPET UKUR
|
|
KACA ARLOJI
|
|
NERACA DIGITAL
|
|
BATANG PENGADUK
|
|
CORONG KACA
|
|
LABU UKUR
|
|
BULP
|
|
PIPET VOLUME
|
|
BOTOL SEMPROT
|
|
PIPET TETES
|
|
SPATULA
|
|
GELAS BEAKER
|


